Fafavoice, catatan Fafa

Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menulis Mulai Sekarang!!



Mau ngerjain makalah atau tugas, malas banget ah. Sekarang udah ada internet tinggal copas aja beres, ngapain susah-susah ngetik. Dosen udah jelasin materi di papan, lengkap tinggal catat. Eh, buat apa ditulis? Sekarang tinggal difoto aja beres. Apalagi masalah skripsi, tinggal bayar udah deh tunggu tanggal wisuda.

Inilah alasan-alasan populer plus klasik Kids Jaman Now. Lo alasan ini gak salah menurutku malah sah-sah aja, toh teknologi sudah super canggih kenapa gak dimanfaatin sekalian. Well, kita punya alibi masing-masing menghindar dari segala sesuatu yang tidak paktis, tapi jangan salah, malas menulis dan berada di zona nyaman itu emang gak ada resikonya tapi juga secara otomatis enggak bakal dapat manfaatnya. Langsung pantengin tulisan ini sampai habis!

1.1.  Manifestasi

Menulis adalah berkerja sebuah keabadian, pernah dengar ungkapan ini? Ya kata-kata ini melucur dari Pramoedya Ananta Toer, lengkapnya “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Meski sudah menghembuskan nafas 12 tahun yang lalu, karyanya selalu terpampang rapi di Gramedia, Toga Mas atau  Kampung Ilmu dengan kertas buram. Dibandrol harga 100k atau 25K semua sama lakunya.

Atau kitab-kitab Imam Al-Ghazali seperti “Ihya Ulumuddin” tebalnya bisa digunakan untuk bantal. Siapa yang tidak tau cerita fantasi seperti “The lord of The Ring” karya J.R.R. Tolkien atau “The Lion, the Witch and the Wardrobe” karya C.S Lewis, meski karyanya sudah lewat berpuluh-puluh tahun yang lalu pembacanya tidak berkurang malah justru bertambah lintas generasi.

Memang menulis hingga tingkatan yang seperti itu tidak pernah mudah, setidaknya manifestasi yang bisa kita usahakan adalah merekam eksistensi dan memori pikiran kita, selain itu bisa digunakan sebagai portoplio untuk melamar perkerjaan, ikut event atau organisasi. Manfaat juga akan terus mengalir bagi pembaca-pembaca kita.

2.2.      Menuai Buah Hasil

Kaya dapat uang banyak? Wah aku juga mau jadi penulis kalau gitu. Cukup duduk santai menata kata di depan layar laptop lalu uang dan penghargaan datang dengan sendirinya. Eit-eit jangan lihat enaknya aja, jika memang semudah itu udah banyak kali yang pindah posisi jadi penulis. Huhu sayangnya kebanyakan orang memang suka bayangin yang enak-enak aja.

Tentu yang sudah lama berada di dunia kepenulisan pasti sudah mengalami manis asamnya dunia kepenulisan. Dee Lestari pertama kali menyetak novelnya 5000 eksemplar lewat penerbit indie pun khawatir novelnya tidak akan laku. Asma Nadia pernah hampir pupus semangatnya menjadi penulis karena mendapat ejekan dan celaan. Wina Bojonegoro, penulis cerpen dan novel mengaku membutuhkan waktu 6 tahun baru cepernnya di terima di media besar. Semua itu butuh kerja keras dan waktu yang tidak sedikit.

Ya kalau mudah ya gak bakalan seru dong wkwk. Hasil sederhana bagaimana tulisan kita menarik perhatian orang dan mampu mengubah mereka ke arah yang lebih positif.   Sesuatu yang terkadang kita anggap tidak penting justru bagi orang lain sangat berharga dan sebaliknya. Lebih lebih dimuat di media dengan atau tanpa honor. Setidaknya bermanfaat bagi orang lain adalah hasil yang paling memuaskan bagiku.

33.      Keliatan Pinternya

Gila nih anak pintar benar ya! Tiap hari update tulisan, isinya berbobot pula. Wah keren bangga aku jadi temennya. Dan setelah itu yang dipuji kepalanya udah terbang ke langit teratas ckckck. Secara gak langsung apa yang kita baca, apa yang kita ucapkan dan lakukan serta apa yang kita tulis akan menunjukkan karakter kita! Itu udah pasti, meski ada yang bermuka dua atau tiga nanti juga akan terbongkar.

      Nah, makanya tulislah sesuatu yang buat orang berkesan biar disanjung, eh. Maksudnya tulislah sesuatu yang kau pahami dan benar adanya, sehingga tidak menyesatkan orang lain.  Gusah sok tahu deh dan gaya-gayaan biar banyak yang follow, ntar imbasnya balik ke kita juga, auww.

44.      Biar laptopmu sesuai fungsinya.

       Halo-halo yang laptopnya cuma dibuat game atau  youtube-an bisa angkat tangan? Ada di sini silahkan berhenti baca dari pada nanti sakit hati, eh jangan pergi-pergi semua, ntar statistiku menurun!! Bercanda kok he-he.

      Jadi kalau dilihat dari asal usul laptop yaitu komputer fungsi awalnya untuk berhitung. Namun karena generasi sudah lari marathon, jadi fungsinya beragam. Ya si user laptop juga beragam dalam menggunakan laptopnya. Sekali lagi itu gak salah, gak ada tuh undang-undang IT larangan menggunakan laptop untuk game, dan gak disebutkan juga di dalam Alquran atau kitab suci yang lain jika itu dosa. Ha-ha-ha ya suka-suka kita lah. Tapi ya laptopnya jadi mubadziir atuh kakak.

55.      Ajang pamer

Riya lo, punya barang berharga dikit dipamerin mulu. Punya pacar dipamerin, dibuat cerpen, punya motor baru dibuat artikel, nah giliran punya selingkuhan dibuat novel, eh. Pamer dalam hal kebaikan itu sah-sah aja loh. Meski gak dapat pahala tapi kan udah niat dan gak berdosa juga tuh.

Nah apalagi pamer dengan niat menggerakkan hati orang dan memotivasi mereka. Ulu ulu cakep dah. Banyak orang-orang sukses menjadikan kisah hidup mereka sebagai novel ataupun tulisan di blog, terlepas bagaimana niat mereka. Pastinya dengan membaca tulisan-tulisan itu kamu juga pasti ingin mencontoh mereka atau ingin orang-orang yang belum berhasi tetap berusaha agar tidak terhenti di tengah jalan. Seolah berkata,

“Hang on you almost  there or stay little longer and you will get what you want, so please dont give up!”

     Buat kamu yang sedang melawan diri sendiri untuk terus menulis, tenang kamu gak sendiri, masih ada aku dan teman-temanku yang setia untuk menemanimu mendaki sampai puncak. Buat kamu yang belum, tunggu apa lagi? Saat yang lain sedang berjalan maju kau malah diam. Terus tinggal di zona nyaman memang wenak tapi lebih nyama lagi kalau berhasil keluar dari zona nyaman dengan menciptakan zona nyaman ala mu, iya Kamu.

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^