Fafavoice, catatan Fafa

Part 1: Urgensi dan Kedudukan Keilmuan



Benefit Ilmu

Kelebihan mempelajari ilmu telah dijelaskan panjang lebar dalam Alquran, hadis maupun maqolah Ulama. Bahkan dalam kitab Ihya Ulumuddin hal pertama yang dibahas adalah keilmuan. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan manfaat mempelajari Ilmu terutama ilmu agama.

Beberapa ayat Alquran yang mungkin sudah sering kita jumpai tentang keutamaan menuntut ilmu di antaranya; surat Al-Mujadalah 11:56, Surat Maryam, 39:9, Al Fathir 35:28dan Al Ankabut, 29:43. Ibnu Abbas meriwayatkan hadis Rasulullah, “Perbedaan kedudukan seorang yang menuntut ilmu adalah 700 derajat, dan jarak di antara keduanya perjalanan 500 tahun.” Jika dikalikan perbedaannya mencapai 350 ribu perjalanan, tentu jumlah yang sangat tidak sedikit.

Nabi juga banyak menjelaskan statement yang mengunggulkan para pencari ilmu dan pengajarnya.  Tidak lain para ulama, guru, santri maupun murid.  “Ulama adalah Pewais Para Nabi”, “Posisi manusia yang mendekati kedudukan  para nabi adalah orang yang menuntut ilmu.” “Yang sanggup memberikan bantuan (syafaat) pada hari kiamat ialah para nabi, ulama, dan orang yang mati syahid di jalan Allah.

Fathul Mushollah mengibaratkan ilmu sebagai nutrisi hati. Orang yang sakit bila tidak diberi makanan, minuman dan obat, tentu ia akan mati bukan? Begitu juga dengan hati bila tidak di-supply hikmah dan ilmu dalam rentang waktu tiga hari maka hatinya akan mati. Kehidupan hati bersumber dari pemberian nutrisi ilmu dan himah seperti halnya tubuh manusia yang membutuhkan makanan dan minuman.

Maka barang siapa yang tidak tercukupi nutrisi ilmu, hatinya sakit, kematian hatinya tidak terhindarkan lagi. Proses tersebut terjadi tanpa disadari karena kesibukan dunia telah menumpulkan ketajamannya. Ketika ajal menjemput barulah semuanya terungkap, apa yang menyibukkan hari-harinya di dunia menjadi kepedihan yang sangat menyiksa, sesuai dengan firman Allah; “Manusia sedang tidur, ketika mati mereka terbangun.”

Benefit Belajar
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu karena ridho pada tindakannya”, “Jika seseorang berangkat pagi-pagi kemudian menyelesaikan satu bab pelajaran, lebih baik pahalanya dari pada sholat 100 rakaat. Tapi jika belajarnya bukan karena berjihad, maka pemikiran dan pandangannya kurang sempurna.

Benefit Mengajar    
Telah dijelaskan dalam surah Al-Imran: 186 Allah tidak akan memberikan ilmu pada seorang alim kecuali Ia mengambilnya dari janji sesuai yang dijanjikan pada nabinya. Maka sampaikanlah ilmu itu dan jangan disimpan.

Ketika Rasulullah mengutus Muad ke Yaman, beliau bersabda, “Bila Allah mengrahkan/memberikan petunjuk seorang lelaki lewat dirimu, itu lebih baik dari pada dunia seisinya.” Siapapun yang memberitahu seseorang tentang kebaikan kemudian dikerjakan, maka orang yang memberi tahu mendapatkan pahala yang sama.

Muadz bin Jabbal dengan riwayat marfu’: “Tuntutlah Ilmu, karena ilmu bagi Allah adalah kebaikan, mencari bernilai ibadah, mengulangi pelajaran dianggap membaca tasbih, membahas keilmuan dikategorikan jihad, mengajarkannya termasuk shodaqoh, ... etc

Meski serangkaian pahala dan kedudukan dalam menuntut ilmu dikhususkan dalam mempelajari ilmu agama, namun ilmu-ilmu dunia bila diniatkan akhirat juga bisa mendapat posisi yang sama. Jadi ketika kuliah, belajar di sekolah negeri memperbaiki niat sehingga bernilai ibadah sangat diutamakan.

Setelah mengetahui segala manfaat sekaligus benefit yang didapat saat mempelajari, mencari dan mengajar ilmu, jangan malas atau mager lagi ya, buku-buku yang lama dibuka kembali atau dimurojaah, kalau kamu bosan itu artinya sudah sitiqomah dan sebentar lagi pahala berlomba mengejarmu. Semangat! J

Tulisan ini sebagian besar bersumber dari kitab “Mukhtasor Ihya” karya Alawi Abu Bakar Muhammad Al-Ahkof, Babul Awwal Fil Ilmi wa Ta’lim.


Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^