Fafavoice, catatan Fafa

Buku Cinta Gangga





Judul                                 : Cinta Gangga [Novel India]  
No. ISBN                         : 9786023980130
Penulis                            : Shaheer Khan
Penerbit                         : Euthenia 
Tanggal terbit               : Februari - 2017
Kategori                         : Romance

Drama dan cinema India selau menarik untuk ditelisik dan memiliki penggemar setia di Indonesia. Meski usia penikmat drama India didonimasi oleh kaum Emak-emak, tapi generasi 90-an tentu masih ingat kuch-kuch hotahai dan mohabatain. Film yang sering sekali diputar di MNC kala itu. Namun taka da salahnya kita membaca novel terjemahan India yang satu ini berjudul “Cinta Gangga”. Garis besar dari novel ini mengisahkan kehidupan tokoh utama yang bernama Gangga. Seorang gadis yang mengalami pahitnya tradisi menikah muda di India dan perihnya hasil dari pernikahan. Sepertihalnya tokoh utama kebanyakan, karakter gangga adalah gadis yang periang, santun, dan suka membantu. Sebagai anak satu-satunya, Yashfir  (ayah Gangga) pun menikahkannya dengan keluarga kaya raya, meski Gangga belum tamat bangku sekolah. Aishwarya (Ibu Gangga) hanya bisa patuh dan menghormati keputusan suaminya meski hatinya terluka melepaskan anaknya yang baru berusia 16 tahun untuk menikah dan membina rumah tangga. Usia dimana putrinya masih bisa bermain lepas.

Dalam novel ini percakapan sederhana dengan menggunakan bahasa India tidak dierjemahkan secara utuh agar pembaca bisa membayangkan bagaimana para tokoh berdialog. Namun sebelumnya penerjemah tetap menjelaskan arti sebelum membiarkan dialog dalam bahasa aslinya. Sepertihalnya dialog berikut:
“Haan.”
“Namasthe.”
“Namanya Gangga.”
“Are! Namasthe, Gangga.”
“Abba (ayah) kemana, Ammi (ibu)?”
Dialog yang disajikan sangat sederhana dan ringan. Pembaca tidak akan kesulitan dalam memahami kata per kata. Konflik yang diangkat pun tidak terlalu berat, puncak konflik dimana Gangga dituduh mertunya membunuh suaminya Vikram. Gangga yang sudah menjadi janda harus merasakan hidup sepeti di neraka karena ulah kakak iparnya sendiri Jaidev. Namun fakta terungkap dan nama Gangga pun kembali bersih.

Dalam novel ini pembaca pun dapat berkenalan dengan kebudayaan India, dimana ada beberapa tradisi yang dibahas secara tidak langsung. Seperti tradisi menari, upacara Mehndi, Shagun dan Magni (adat pernikahan) dan tradisi menggunakan sari putih untuk selama-lamanya bagi seeorang janda.

Shaheer Khan melalui bukunya seolah ingin menentang tradisi menikah muda di India. Dengan membaca penderitaan tokoh utama, yang dua kali ditinggal mati suaminya. Meski pada akhirnya tokoh utama dapat menerima takdirnya dan membesarkan anaknya seorang diri. Namun jalan ditempuh oleh gadis yang menikah muda seperti Gangga tidaklah muda. Ia harus bersikap dewasa sebelum waktunya dan putus sekolah. Ia juga tidak bisa bertemu dengan teman-temannya seleluasa seperti dahulu.

              Buku ini cocok sebagai bacaan ringan bagi anak usia remaja. Saya tidak menyarankan bacaan ini untuk penikmat sastra karena alur sederhana dan cerita yang mudah ditebak.

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^