Fafavoice, catatan Fafa

Yuk Menata Akhlak, Tidak Hanya Menata Make Up

Pas kondangan enggak pernah lupa make up dong. Hijab dengan model paling hit, jangan lupa tuspin disesuaikan warna baju. Skincare sekinclong knalpot motor baru. Cus jepret-jepret swafoto pake filter biar tambah unyu. Yah begitulah yang namanya mar’ah (perempuan) tidak akan lepas dari mirah (kaca) untuk berias diri.

Perempuan tidak pernah terlepas dari make up. Ustazku pernah berkata, jika kau adam bak lepetenak langsung dimakan maka kaum hawa seperti ketupat harus disiram kuah dan lauk agar enak rasanya. Agar sedap dipandang sebagai kodratnya, bedak pupur pun menjadi kebutuhan.

Mulai dari perawatan salon bagi kaum borjuis yang tagihannya seperti bayar cicilan motor, atau sekadar bedak mars bagi ibu ibu pedesaan. Dari yang muda hingga yang tua pastilah ingin tampil cantik, entah untuk suaminya, gebetan atau hanya baik dipandang masyarakat.

Tapi bagaimana devinisi cantik menurut Allah? Tentu bukan sekadar riasan wajah, hati pun perlu dipercantik dengan akhlak karimah. Akhlak adalah cerminan diri.  Rasulullah mampu menaklukan hati ratusan ribu kaum kafir dengan akhlaknya yang mulia. Sebagai umatnya, wajib bagi kita mengikuti jejaknya dan menaklukan hatinya, ehem. Akhlak karimah akan memantulkan kebenaran Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Tidak terhitung seberapa banyak nonmuslim yang tergerak hatinya memeluk agama Islam karena akhlak ulama terdahulu. Kebayang enggak pahala mengislamkan non muslim? Banyak

Menata akhlak tidak lain merupakan perkerjaan rumah sepanjang hayat. Bagaimana tidak? masalah make up bisa diatasi cukup dengan membeli produk kecantikan tertentu dan belajar dari tutorial youtube. Sret-sret, beleber dikit,  terus beres deh. Tapi kalau masalah akhlak apa bisa diselesaikan dengan uang dan tutorial sekali dua kali latihan?  Tentu tidak semudah mencepok telur mata sapi, menata akhlak harus setiap saat sepanjang hayat. Hati dijaga 24 jam dari segala perbuatan maksiat dan koloninya. Setiap virus bin bakteri akhlak tercela penyebab hati sakit dan berkarat. Nah, ini bukan liver lo ya, bukan juga sakit hati alias broken heart. Hati divonis sakit mengalami masa kegelapan. Bila terus dibiarkan, hati pun berkarat.

Iih, enggak mau kan? Hati yang berkarat enggak mempan lo diberi nasehat, dijamin mental. Satu-satunya cara mengatasi hati yang berkarat tidak lain, tidak bukan ya api neraka. So, kalau sudah tahu akibatnya, seriusan nih masih mau diterusin ngerumpinya? Jangan salah, ngrumpi juga termasuk akhlak tercela, salah satu penyebab berkaratnya hati.

Sepertihalnya godaan lapar di malam hari, godaan untuk menggosip dan membicarakan kesalahan orang lain juga tidak kalah kuatnya. Kalau kita tidak kuat lapar, makan, lalu gendut, kemudian menyesal. Menggosip pun demikian, tidak tahan godaan, kepo, pahala ludes, terus menyesalnya di akhirat deh. Hu-hu-hu, it’s no use criying over split milk,  dari pada menyesal di akhirat. Yuk, menjaga hati! Tidak hanya hatinya si doi saja yang perlu dijaga, hati kita juga dong.

 

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^