Fafavoice, catatan Fafa

BST Solo, Solusi Transportasi Modern






BST Solo

Fungsi angkutan umum sangat penting untuk mengurangi emisi karbon, menghemat biaya, mengurai kemacetan dan efisiensi waktu. Angkutan umum yang menurut saya sangat ideal saat ini adalah BST Solo. Awal tahun 2022 aya diberi kesempatan belajar di salah satu kampus terbesar di Solo selama 3 bulan. Bagi seorang perantauan seperti saya, transportasi umum adalah jalan ninja untuk berpergian ke mana pun dengan biaya murah.



Batik Solo Trans disingkat BST sangat membantu saya untuk jalan – jalan di akhir pekan. Saya bisa melihat jadwal di aplikasi moovit.com. jadwalnya cukup akurat, jadi saya tidak perlu menunggu terlalu lama. Bus akan terus berjalan sampai tujuan meski penumpangnya hanya saya seorang. BST menjangkau hampir seluruh wilayah Solo. Pada tahun 2022 tidak ada tarif untuk menaiki BST, namun sejak 2023 penumpang dikenakan biaya 3700 yang menurut saya cukup terjangkau.

Dengan fasilitas AC, bus modern dengan tempat duduk yang nyaman, pegangan yang nyaman dan banyak permberhentian/halte dan juga banyak koridor/jalur menjangkau ke mana pun kita ingin melangkah. Seandaninya tranportasi umum di berbagai daerah di Indonesia seperti halnya BST, pergi ke manapun akan menyenangkan.

Sebelumnya, kita akan membahas perjalanan transportasi umum versiku ya.

Transportasi Tradisional

Dulu aku masih ingat betul kami sekeluarga menaiki berbagai macam transportasi ketika mudik ke kampung halaman. Aku dan Nenek ke Wonokromo, menggunakan bemo/mikrolen atau yang akrab disebut Len, lanjut menaiki becak untuk sampai ke rumah adek nenekku. Kami juga pernah menaiki kereta, menaiki mikrolen kuning untuk sampai ke Lamongan, rumah nenekku.

Dulu aku sekeluarga setiap tahun selalu mudik ke Lasem. Dari teminal purabaya naik bus turun ke masjid Lasem, dari sana berjalan sebentar lalu menaiki bus kecil, pernah sekali kami sekeluarga menaiki delman dari lasem ke desa nenek. Seperti halnya lagu anak – anak, aku duduk di muka samping Pak Kusir, aku melihat ekor kuda yang mengibas ke sana – ke mari. Ketika kecil aku juga sempat dinaikkan di atas karapan sapi yang membawa bebatuan kapur, itu adalah salah satu memori yang tak terlupakan.

Serba Bertenaga Mesin

Tranportasi bertenaga hewan seperti halnya becak dan delman kini semakin tidak digunakan, bergeser ke transportasi berbasis mesin yang jauh lebih efisien dan cepat. Becak pun berubah menjadi bentor atau becak motor. Delman pun bisa ditemui di tempat wisata seperti kraton dan candi. Selain karena tenaga yang digunakan tidak sebanding dengan harga/laba yang diterima, manusia modern memang lebih menyukai yang efisien, cepat dan tepat.

Transportasi Mengikuti Arus Teknologi

Mustahil bagi manusia melawan peradaban ataupun melawan perkembangan teknologi. Ketika dunia melangkah begitu cepat, mau tidak mau suka atau tidak suka, kita pun harus ikut melangkah maju.

Dahulu blue bird atau taxi, angkot dan ojek pangkalan menjadi primadona, banyak masyarakat menggunakan ketiga tranportasi tersebut selain bus dan kereta untuk sampai ke depan rumah mereka. Walau tarif terkadang bisa sangat mahal diluar logika bila bukan warga asli, penumpang tidak punya pilihan lain karena hanya dengan kendaraan itulah mereka bisa sampai ke tujuan.

Namun kini fungsi tranportasi untuk mengantar penumpang dari stasiun/terminal ke tujuan final kini sudah digantikan dengan adanya ojek online. Perekonomian masyarakat juga semakin membaik, kini setiap keluarga pasti setidak – tidak nya memiliki sebuah motor, umumnya di daerah tempat tinggalku, setiap keluarga bahkan memiliki 3 motor, dan 1 mobil.

Pemasukan taxi, ojek, dan angkot kian hari kian memprihatinkan. Orderan sudah tidak seramai dulu. Mereka pun kini tidak berani memasang tarif yang terlalu tinggi. Karena penumpang selalu berusaha mendapatkan harga termurah, sedangkan pengemudi ingin mendapatkan keuntungan. Jika ada dua pilihan dengan fasilitas sama namun harga berbeda, maka tentu saja penumpang akan beralih ke tranportasi online yang lebih terjamin dan ramah di kantong.

Tahun 2015 – 2017 terjadi demo besar – besaran, ojek pangkalan di berbagai daerah menolak ojek online karena telah merampas mata pencaharian/sumber rezeki mereka. Meski situasi sempat memanas, tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Perusahaan ojek online pun berinisiatif membuat pos/titik penjemputan agar pengemudi bisa dengan leluasa menjemput penumpang. Pada akhirnya cara konfensional harus berdamai dengan perubahan zaman.

Kenapa tidak menggunakan Transportasi Umum?

Transportasi umum adalah solusi ideal untuk mengurai kemacetan, mengurangi emisi karbon dan tentu efisiensi waktu. Namun semakin hari transportasi umum semakin tergantikan dengan kendaraan pribadi ataupun aplikasi. Masyarakat Indonesia lebih nyaman dan mudah menggunakan kendaraan pribadi dari pada transportasi umum. Saya sebenarnya penyuka transportasi umum, dengan niat mendukung ekonomi pengemudi transportasi lokal dan mengurangi emisi karbo. Tidak dapat dipungkiri sistem tranportasi yang tidak dikelola dengn baik akan membuat penumpang tidak nyaman: ada beberapa kekurangan angkutan (mikrolen) secara umum di Sidoarjo/Surabaya:

Tidak ada jadwal yang pasti

Tidak pernah bisa diprediksi berapa lama harus menunggu angkotan lewat di depan kita. Dulu mungkin hanya butuh waktu 5-10 menit, sekarang bisa sampai 30 menit lebih.

Waktu yang lebih lama

Menurut saya wajar jika angkutan umum membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai tujuan. Namun terkadang angkutan umum ngetem/ berhenti di suatu tempat tertentu untuk menunggu penumpang bisa sangat – sangat lama. Kadang ada juga yang berjalan terlalu lambat, asalnya membutuhkan waktu hanya 30 menit jadi 60 menit.

Tidak sampai rumah

Hal yang membuat saya meninggalkan angkutan umum karena saya sering diberhentikan di jalan dan tidak sampai tujuan. Alasannya karena tidak ada penumpang lain selain saya, si pengemudi tidak mau rugi karena memang rumah saya cukup jauh dengan ongkos yang hanya 5,000,00 rupiah saja. Jadi saya tidak ingin menyalahkan pemilik angkot, tapi hal itu membuat saya kecewa, lalu untuk apa saya menunggu angkot, jika demikian lebih baik naik ojek online sedari awal.

Tidak Aman dan nyaman

Jadi kasus ini pernah dialami beberapa teman saya yang kehilangan telepon genggamnya ketika pergi kuliah naik angkot. Otomatis saya juga was – was ketika naik angkot , karena kejadian itu bisa dialami siapapun. Selain itu tidak semua kendaraan umum berkondisi bagus, ada juga yang kondisi kendaraan tidak mulus. Ya penumpang juga khawatir bila ada kemungkinan kendaraan mogok.

 

 

Refrensi

 

https://bisnis.tempo.co/read/713075/ojek-pangkalan-demo-minta-go-jek-dilarang

https://moovitapp.com/index/in/Tranportasi_Umum-lines-Surakarta-4385-937155

https://jateng.genpi.co/wisata/9664/tarif-cuma-rp-3700-ini-jadwal-dan-rute-bst-solo

 

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^