Fafavoice, catatan Fafa

Bukan Pertarungan Yang Mudah


15 hari menulis dengan 15 topik yang berbeda bukan hal mudah. jumlah minimal 800 kata juga bukan sekadar angka. Memulai menulis dengan mencari ide yang menarik, data yang akurat, pemilihan kata dan diksi yang ciamik, lalu menyusun semua proses menjadi tulisan utuh yang tetap asyik dibaca. Nyatanya mungkin hanya segelintir yang membaca tulisan inj, namun setidaknya tulisan saya terselesaikan.

Waktu

Untuk menyelesaikan satu topik tulisan, setidaknya membutuhkan 1 - 2 jam mencari, memilah memilih sumber data dan membaca artikel yang berkaitan dengan topik pembahasan. Lalu 2 - 3 jam menulis diselingi bermain kucing, scroll media sosial dan ngemil jajan. Hahahaha agar tidak sepaneng. Lalu 30 menit untuk mencari gambar, mendisain canva, upload instagram dan blog. Terkahir laporan digform. 

Total membutuhkan waktu 4 - 5 jam untuk menyelesaikan satu tulisan yang setidaknya cukup berbobot dan menambah wawasan pembaca. 

 Mencuri waktu di antara jeda tidaklah mudah. Sebagai guru les online, perkerjaanku selalu membuka laptop.  Jadi double buka laptop. Tapi aku tetap menikmatinya, karena menulis blog keinginanku sejak dulu. 

Sejak tahun lalu. Aku bahkan mendisain layout ig untuk 15 hari dan sempat menulis satu artikel tentang persahabatan. 

Namun takdir berkata lain, tantangan dimulai ketika kelasku juga dimulai. Kelas mulai jam 07.30 pagi hingga 16.30 sore dan hanya ada jeda sholat. Maka dengan sangat terpaksa aku pun tidak menyelesaikan tantangan blog spesial chapter ketiga. Huhuhuhu

Maka dari itu bagaimanapun caranya tantangan kali ini harus selesai sampai akhiW. Bukan hanya sekadar wacana. 


Berproses

 Aku menikmatinya sebagai prosesku. Seperti proses pada umumnya. Banyak yang harus dipertaeuhkan untuk mendapatkan kemenangan. Bukan kemenangan juara/peringkat. Tapi kemenangan menyelesaikan tantangan. 

Kemenangan untuk tidak menunda - nunda. Meski godaan selalu ada. Setiap melihat peserta lain yang telat memposting atau memposting keesokan harinya. 

Rasanya ingin melakukan hal yang sama. Ah, mungkin boleh saja telat, toh ada peserta lain yang telat memposting. Pertarungan di detik terakhir terkadang begitu melelahkan untuk mencapai target 800 kata. Ide yang tak kunjung muncul atau realita yang tidak sesuai ekspektasi. Sudah menulis 200 kata. Eh, ketika survey ke tempat makan, mereka sudah ganti konsep jadi biasa dan tidak menarik. Akhirnya ganti judul dan merombak tulisan. 

Tema - tema yang dirasa mudah, justru sulit dieksekusi. Tema yang kupikir susah malah mudah. Hahahaha

Dukungan orang tua

Tanpa dukungan orang tua, mungkin aku tidak akan mampu berkembang, memenuhi impian dan apa yang kuinginkan. 

Di saat aku kesusahan membagi waktu, sehingga jarang membantu perkerjaan rumah, kamar yang berantakan dan sering berkata, "maaf mik, aku lagi nulis/ngejar deadline" Orang tuaku berusaha memahami sepenuh hati. Terima kasih umik, abi.. ❣️

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^