Fafavoice, catatan Fafa

Laut: Anugerah Tuhan untuk Kita Jaga



Meski kamu bukan anak laut. Kamu yang selalu memilih gunung, wahana seru, atau villa untuk berlibur. Atau bahkan kamu tidak pernah memakan hasil tangkapan laut karena alergi ikan. Lalu jangan dikira tidak ada kemanfaatan laut yang bisa kau rasakan. Manfaat laut tak terbatas, untuk itulah kewajiban manusia sebagai penduduk bumi untuk melindungi laut karena laut telah menunaikan tugasnya melindungi kehidupan di bumi.

Laut yang merupakan ¾ luas seluruh permukaan bumi merupakan salah satu terbesar yang Tuhan berikan untuk  umat manusia. Laut melindungi manusia dari suhu ekstrim iklim, kelaparan, sumber kehidupan dan tempat manusia menggantungkan rezekinya.

Laut membantumu untuk bernafas, sama seperti halnya hutan, laut juga berperan sebagai paru – paru dunia. Ternyata fitoplangton yang hidup di laut memproduksi 50% oksigen dunia. Permukaan laut yang begitu luas, yakni 70% luas dunia mengurang emisi karbon dengan menyerap hampir 40% karbondioksida, fungsinya 4x dari pada hutan Amazon.

Laut juga sumber kehidupan, samudera lah yang membantu siklus daur ulang hujan. Dari air laut yang menguap, membentuk awan lalu turun menjadi hujan di atas atap rumah kita, di padang padi, sungai dan danau yang mengering. Di sana nelayan menggantungkan seluruh hidupnya. Satu per tiga dair umat manusia, sekitar 2,4 milyar manusia hidup di pesisir pantai

Ikan – ikan di laut yang penuh gizi telah membantu mencerdaskan milayaran anak – anak di muka bumi. Ikan yang kaya akan omega 3, vitamin D, B12, kalsium, fosfor dan magnesium yang membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit liver. Bahkan American Hearth Assosiation menganjurkan untuk mengkonsumsi ikan dua kali seminggu sebagai diet atau makanan sehat.

Lautan cita rasa dimana garam tercipta. Kita bisa merasakan berbagai masakan cukup dengan keajaiban garam. Air laut yang dijemur di bawa terik matahari mengkristal menjadi garam. Juga bumbu kunci dalam setiap masakan di seluruh dunia.

Laut adalah rumah bagi milyaran biota laut. Dari paus biru, hewan terbesar di dunia dengan berat yang mencapai 400,000 pound atau sekitar 181 kilo gram sampai zoo plankton, makhluk kecil dengan ukuran 2 magnitude.

Terumbu karang yang indah menawan adalah rumah bagi biota laut, juga berfungsi melindungi pantai dari abrasi atau pengikisan pantai karena gelombang.

Bagaimana Jika Ekosistem Laut Tidak Seimbang?

Dengan sebegitu luar biasanya manfaat laut, bayangkan apa yang terjadi bila laut tidak ada. Bila suatau saat nanti, laut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik karena berbagai faktor yang disebabkan manusia.

Maka bisa dibayangkan oksigen yang semakin tipis, gelombang panas yang tidak dapat dicegah, iklim yang tak bisa diprediksi, stok ikan yang semakin berkurang, garis pantai yang semakin terkikis banyak daratan yang tenggelam air laut. Kerusakan laut artinya satu langkah menuju kerusakan dunia. Kerusakan laut sudah ada di depan mata. Faktor terbesar ekosistem laut semakin tidak seimbang bukan lain karena ulah manusia.

 

 

 

Apa yang berbahaya bagi Laut?

Sampah Plastik

Sampah plastik sekali pakai artinya sekali dipakai langsung dibuang dan tidak digunakan lagi. Sampah – sampah itu pun semakin hari semakin menggunung. Yang tidak terolah dengan baik di tempat pembuangan air (TPA) akan hanyut terbawa air hujan ke sungai dan gorong – gorong. Plastik terus berkelana sampai ke muara. Tempat terakhir plastik bermuara adalah laut. Plastik terurai di laut menjadi mikro plastik yang ikut kita konsumsi di meja makan.

Perut ikan pun penuh dengan sampah plasti yang tidak berhasil dicerna menghantarkan menghembuskan napas terakhirnya. Penyu yang berenang bebas terjerat plastik dan susah bergerak, plastik itu pun membekas luka di sirip dan tubuhnya. Mungkin salah satu plastik itu adalah plastik kita membeli es di siang hari tadi, atau plastik jajan cilok di pasar malam. Mungkin saja, kita sendiri lah yang merampas hak kehidupan hewan – hewan yang tinggal di bumi

Penangkapan Ikan secara masif

Penangkapan Ikan berlebihan terjadi di belahan bumi manapun. Overfishing mengurangi sumber daya laut terlalu cepat dan merusak keseimbangan ekosistem. Kapal – kapal pemancing raksasa yang siap menjaring berton – ton ikan melebarkan jala hingga merusak dasar lautan. Namun banyak perusahaan besar bahkan pemerintah mendorong penangkapan ikan secara masif. Hanya 2,8% bagian laut yang terlindungi dari overfshing.

Penurunan Ekosistem

Dari manakah oli dan minyak bumi didapat? Dari dasar laut. Perusahaan – perusahaan raksasa multi nasional terus mengebor minyak bumi dari dasar laut. Pengeboran dasar laut ini sangat berbahaya, getarannya mengusik kehidupan ikan, perusakan dasar laut artinya merusak ekosistem dan keberlangsungan kehidupan di laut. Kapal – kapal yang membawa hasil minyak bumi terkadang tumpah/ mengalami kebocoran, mengkontaminasi dan membunuh ikan serta kehidupan laut lainnya.

Apa yang bisa kita lakukan?

Hidup adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk diam tanpa melakukan apapun, menyerahkan usaha –usaha melindungi laut pada aktifis iklim dan laut. Itulah jalan yang dipilih kebanyakan manusia, itulah kenapa kondisi laut kita semakin hari tidak kunjung membaik, justru semakin memburuk.

Sesungguhnya yang bisa kita lakukan begitu sederhana, aku yakin siapapun kamu, kamu bisa membantu laut untuk segera pulih. Kini waktunya bagi kita melindungi laut. Dengan cara sederhana seperti mengurangi menggunakan plastik sekali pakai, mengurangi emisi karbon, meringankan tugas laut. Laut yang semakin demam, cepat – cepat sembuh ya.

 

Refrensi

https://www.unep.org/news-and-stories/story/5-reasons-why-healthy-ocean-linked-human-rights

 https://doh.wa.gov/community-and-environment/food/fish/health-benefits

https://www.wave-utilities.co.uk/advice-guidance/blog/why-our-oceans-are-important-human-life-and-our-planet

https://www.merdeka.com/jabar/proses-pembuatan-garam-dari-air-laut-begini-langkah-langkahnya-kln.html

https://unric.org/en/oceans-in-danger-the-threats-they-face/

 

 

 

 

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^