Fafavoice, catatan Fafa

Meningkatnya Kasus Diabetes Anak Setiap Tahun



Diabetes menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh semua kalangan masyarakat karena sampai detik ini penyakit diabetes tidak ada obatnya. Obat modern hanya mampu mengontrol di level tertentu agar penyakit tidak semakin parah. Diabetes tidak hanya menyerang orang tua, diabetes juga bisa menyerang anak – anak lo.

Diabetes yang umum menyerang anak – anak  disebut juga diabetes tipe 1 (Juvenile Diabetes). Sebanyak 80% anak terkena diabetes tipe 1 dan 20% terkena diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi ketika pankreas anak tidak lagi memproduksi insulin yang berfungsi untuk mengurai dan menekan kadar gula. Gula pun pun bebas masuk ke saluran darah tanpa penyaringan dan tidak bisa diubah menjadi sumber energi (karbohidrat).

Pada Diabetes tipe 1, Sistem Autoimun yang harusnya melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus malah menyerang dan menghancurkan insulin. Jika tidak ada insulin, maka glukosa ini pun bisa tersebar berbagai organ lainnya seperti ginjal, saluran darah dan menyebabkan komplikasi lainnya sehingga anak mudah sekali terkena penyakit.

Sedangkan diabetes tipe 2 sebenarnya lebih umum terjadi pada orang dewasa, namun akhir-akhir ini gelajatipe 2 juga muncul pada anak remaja. Diabetes tipe 2 disebebakan kadar gula yang menumpuk dalam darah yang tidak diubah menjadi sumber energi. Penumpukan kadar gula berbahaya bagi sistem dan organ tubuh lainnya.

Meskipun di lingkungan keluarga terdekat kita mungkin tidak ada kasus diabetes anak. Ada baiknya kita tetap berhati –hati dalam menjaga kesehatan anak – anak dan tidak mudah menghakimi anak – anak atau orang tua yang terkena diabetes. Karena ternyata kasus diabetes anak semakin meningkat setiap tahunnya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kasusnya meningkat 10x lipat dibandingkan tahun 2010. Kini tercatat sekitar 1.645 anak mengidap diabetes di 15 kota di seluruh Indonesia. Umunya menyerang anak usia 10-14 tahun.

Gejala Umum

Untuk mengetahui apakah anak terkena penyakit diabetes atau tidak, maka kenali gejalanya:

·         Karena banyak misdiagnosis dalam menentukan penyakit diabetes anak ini. Orang tua juga harus lebih memahami gejala awal Diabetes anak:

·         Meningkatnya rasa haus. Meski anak sudah minum berkali – kali tapi tetap merasa haus.

·         Sering buang air kecil. Anak yang sudah terbiasa menggunakan toilet dengan baik, tiba-tiba sering mengompol.

·         Rasa lapar tidak dapat ditahan. Anak tetep merasa lapar meski sudah makan berkali – kali.

Jika dirasa anak mengalami gejala di atas segera perisa ke dokter anak dan pergi ke laboratorium untuk full medical check up atau sekadar mengecek kadar gula dan insulin anak.

 

Penyebab Diabetes Anak

Kenapa diabetes bisa menyerang anak, kira – kira apa penyebabnya? Ibu – ibu mungkin penasaran bagaimana bisa anak berumur 10 – 14 tahun bisa terkena diabetes.

Diabetes Tipe 1

Sebenarnya para dokter dan ilmuan tidak tahu penyebab pasti diabetes tipe 1, meski anak memiliki kondisi yang sama, yang satu bisa saja terkena diabetes dan lainnya tidak. Namun para dokter sepakat kemungkinan penyebab utama anak terkena diabetes tipe 1 adalah faktor genetik, keturunan, sejarah penyakit keluarga dan terpapar virus tertentu yang memicu timbulnya diabetes tipe 1.

Diabetes Tipe 2

Penyebab utamanya adala gaya hidup yang tidak sehat, pola makan, kurang beraktifita, dan obesitas.

Apa yang terjadi ketika Anak terkena Diabetes?

Untuk menjaga kadar gula darah anak tetap stabil, anak harus diberi suntikan/pumping insulin. Orang tua dan anak harus belajar bersama –sama cara menyuntik insulin secara mandiri agar kadar gula terjaga. Karena bila terlalu banyak insulin, maka kadar gula terlalu sedikit, tubuh gemetaran, detak jantung menjadi cepat. Terlalu sedikit insulin, kadar gula meningkat gejala diabetes akan kembali dirasakan anak – anak. 

Kehidupan keluarga, terlebih ibu dan anak bisa sangat berubah drastis. Keluarga harus diberikan pemahaman lebih agar saling memahami kondisi satu sama lain dan saling mendukung.

Lebih baik Mencegah dari pada Mengobati

Kebiasaan hidup sehat perlu sedini mungkin diupayakan dan dibiasakan.Diabetes terjadi disebabkan kadar gula yang tinggi dalam darah. Jika anak sering sekali mengkosumsi makanan atau minuman manis dengan kadar gula yang tinggi, diabetes bisa terjadi lebih cepat.

Anak yang terbiasa memakan kue manis, teh manis, susu manis, tanpa asupan gizi yang seimbang dari sayur, buah atau ikan kemungkinan besar anak akan mengalami sugar addiction / kecanduan gula. Anak pun menjadi ketagihan gula tanpa mereka sadari. Gula memang diperlukan tubuh tapi dengan kadar seperlunya. Beberapa sayuran dan buah sudah mengandung kadar gula tinggi seperti durian, mangga, nanas, semangka dll.

 


 

Ibu memegang kontrol penuh tentang apa saja yang masuk dan dikonsumsi anak. Tanpa kontrol ibu, anak akan cenderung menkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi, jarang minum air putih, dan mungkin tidak suka makan sayur.

Anak mungkin tidak menyukai semua jenis sayur dan buah, tugas ibu memahami buah dan sayur favorite anak, lalu mengkreasikannya agar nafsu makan anak semakin bertambah. Ibu bisa memasak dengan berbagai resep yang berbeda atau membuat aneka kreasi bentuk unik dan lucu dari buah – buahan dan sayur agar anak lahap menyantap sayuran

Selain itu orang tua juga harus rajin  mengajak anak beraktivitas seperti bersepeda, berjalan – jalan di minggu pagi atau olah raga bersama. Jadi anak tidak hanya rebahan dan gawainya, tapi mereka aktfi bergerak. Bergerak juga membantuh perkembangan saraf motorik anak. Tubuh yang sehat adalah awal dari pikiran yang sehat.

 

Mencegah penyakit diabetes mungkin terlihat merepotkan, karena orang tua perlu bersusah payah menerapkan pola hidup sehat, membuatkan bekal sehat, memasak makanan sehat, merayu anak agar menyukai sayur, ikan dan  buah – buahan. Namun anak yang sejak dini memiliki kebiasaan hidup yang sehat akan terus menerapkan pola hidup sehat sampai ia tumbuh dewasa. Ia memahami betul mana makanan yang sehat, lidah dan rasanya pun menyukai makanan yang sehat. Sehingga ketika dewasa anak tidak akan mudah terkena penyakit, orang tua pun tidak perlu repot mencari pengobatan ke sana ke mari.

 

 Refrensi:

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230202091237-33-410301/kasus-diabetes-anak-meningkat-70-kali-lipat-kenali-gejalanya

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes-in-children/symptoms-causes/syc-20355306

https://www.alomedika.com/apakah-sugar-addiction-dan-bagaimana-cara-mengatasinya

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes-in-children/symptoms-causes/syc-20355318

https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/diabetes-risks-for-children

https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chronic/Pages/Diabetes.aspx

 

 

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^