Fafavoice, catatan Fafa

Tomoe Gakuen, Keseruan Belajar di Gerbong Kereta



Totto-chan Gadis cilik di Jendela

Buku ini memiliki judul yang sederhana, tapi penuh makna seluas samudera. Buku ini menceritakan tentang kisah Tetsuko Kuroyanagi, penulis sekaligus karakter utama tentang bagaimana ia bersekolah di Tomoe Gakuen. Sekolah dengan Kelas-kelas dari Gerbong Kereta.

Siapakah Totto-chan?

Totto-chan gadis periang yang penuh ingin tahu tentang segala sesuatu. Ia ingin jadi apa saja, ia akan melakukan apa yang ingin dilakukannya tanpa pikir panjang. Buku ini menggunakan sudut pandang Totto-chan yang lugu, sederhana dan kekanak-kanakan. Dengan membaca buku ini, kita diajak menjadi teman Totto-chan berpetualang di sekolah barunya Tomoe Gakuen. Sangat mengasyikkan.

Mama yang Penyabar

Mama Totto-chan begitu penyabar dan memahami putrinya. Ketika ia dipanggil ke sekolah lamanya karena perilaku putrinya yang mengganggu murid-murid lain di kelas. Hal yang ada dalam bayangannya adalah sudut pandang, pemikiran dan perasaan putri kesayangannya. Ia mendengarkan dengan baik keluh kesah kepala sekolah dan guru, namun dalam hatinya ia tidak pernah sekali pun menyalahkan Totto-chan, menurutnya itu hal yang wajar dan boleh-boleh saja.

Totto-chan membuka tutup laci meja, karena laci meja itu sangat unik, pasti Totto-chan sangat menyukai meja barunya. Totto-chan memanggil musik jalanan dan bercakap dengan sepasang burung juga hal yang wajar bagi anak-anak.

Totto-chan resmi dikeluarkan dari sekolah, namun mama tidak menceritakan pada putrinya bahwa dia dikeluarkan. Ia mengalah dan memutuskan untuk mencari sekolah yang menerima Totto-chan apa adanya, sampai mama menemukan Sekolah Tomoe Gakuen.

Kepala Sekolah Tomoe Gakuen

Aku sangat menyukai Pak Kepala Sekolah, dia sangat penyabar, sangat keren menurutku. Ketika Totto-chan pertama kali datang ke Sekolah, ia mendekati Totto-chan dan berkata, aku ingin mendengarmu bercertia, ceritakan kepadaku tentang apa saja! Totto-chan bahagianya bukan main, ia bercerita semuanya, tentang perjalanannya, anjingnya, keluarganya, sekolahnya yang dulu bahkan gaun yang dibelinya.

Pak kepala sekolah mendengarkannya bercerita selama 4 jam penuh, sejak jam 8 pagi ia datang ke sekolah sampai waktu makan siang. Ia mendengarkan dengan penuh semangat tanpa terlihat bosan sedikitpun.

Yang paling membuat saya reflek tertawa adalah lagu-lagu anak-anak untuk kepala sekolah mereka, Isa Kobayashi:

Issa Kobayasi!

Si Kakek Issa

Kepalanya botak!

Saya membayangkan anak-anak begitu dekat dengan kepala sekolahnya, sehingga mereka bisa leluasa bercanda dan menjadi diri mereka sendiri tanpa takut dimarahi.

 

Tomoe Gakuen

Totto-chan menyukai sekolah barunya. Ya siapa yang tidak?? Aku pun sangat menyukainya. Belajar di gerbong kereta. Ada banyak hal yang menarik di Tomoe Gakuen. Anak-anak boleh duduk di mana pun yang disuka setiap hari. Posisi tempat duduknya tidak permanen, boleh berpindah sesuka hati. Anak-anak juga boleh memulai mempelajari apapun yang mereka sukai.

Guru memberikan daftar materi, soal, dan penjelasan selama sesi belajar satu hari. Dari daftar yang diberikan, anak-anak diperbolehkan memulai belajar dari materi manapun yang mereka sukai. Guru tetap mengawasi semua tugas yang diberikan kepada anak-anak, sambil berkeliling dan menjelaskan ke meja mereka satu – per satu. Anak yang sudah mengerjakan tugasnya akan bergantian ke meja guru untuk menyerahkan tugas mereka.

Ketika jam makan siang anak-anak diharuskan membawa bekal dari Laut dan Gunung yang bisa berarti apapun itu hal yang sederhana juga tidak masalah. Pak kepala sekolah selalu memandu jam makan siang memeriksa bekal anak-anak satu per satu dan menambahkan lauk bekal yang tidak lengkap. Ia akan bernyanyi tentang mengunyah makanan dengan baik-baik bersam anak-anak.

Selepas makan siang akan ada  pelajaran jalan-jalan. Wah, jalan-jalan adalah pelajaran khusus setelah makan siang. Kelas 1 sampai kelas 6 akan berjalan jalan ditemani wali kelas mereka. Berjalan di pinggir sungai, melewati pepohonan rindang, kuil-kuil. Guru akan memandu dan menjelaskan bagaimana penyerbukan yang terjadi di bunga sakura, apa makna patung-patung yang ada di kuil. Tanpa disadari anak-anak sedang belajar sejarah, biologi, dll.

Yasuaki-chan, Takahashi, Teman-teman baik Totto-chan

Totto-chan berteman baik dengan Yasuaki, seorang dengan sakit polio, membuat tubuhnya tidak sempurna. Ada satu episode yang saya ingat betul bagaimana Totto-chan mengajak yasuaki ke pohon rahasinya, pohon favoritnya. Hari yang ditunggu telah tiba, ia dan Yasuaki pergi ke pohon itu. Ada satu hal yang dilupakan Totto-chan, Yasuaki tidak bisa memanjat pohon karena fisiknya yang tidak sempurna. Mereka berusaha keras menemukan cara, Totto-chan mengambil tangga, Yasuaki berusaha untuk tidak mengecewakan Totto-chan, ia menariknya dengan penuh tenaga. Suatu adegan yang sebenarnya sangat berbahaya. Namun mereka berdua sangat bahagia, ketika berhasil duduk di dahan pohon dan melihat pemandangan dari sana.

Sedangkan Takahashi adalah anak laki-laki berbadan kecil nan bungkuk. Namun ia sangat pandai menjuarai pekan olah raga. Gesit dan lincah, ia menjadi juara umum ketika hari olah raga di Tomoe Gakuen. Semua anak iri dengan kemampuan Takahashi

Kau Benar-benar Anak yang Baik

Adalah kalimat yang selalu diucapkan Pak Kepala Sekolah kepada Totto-chan. Ia ingin Totto-chan tau bahwa ia adalah anak yang baik, meskipun banyak yang dibuat pusing oleh segala tingkah lakunya. Kalimat ini akan selalu diingat Totto-chan sepanjang hidupnya.

Novel ini mengajarkan saya untuk menghargai semua anak. Semua anak berhak dimengerti, diajak diskusi, dipahami dan dicintai. Mereka adalah ciptaan Tuhan yang spesial dan unik. Dititipkan kepada kita sebagai manusia seutuhnya yang berhak untuk merasakan hal yang sama seperti anak-anak pada umumnya.

Akan banyak episode menyenangkan di Buku Toto chan: gadis kecil di jendela tentang euritmik, hymne sekolah, Masukkan Kembali semua, piknik ke sumber air panas dan bab menarik lainnya yang tidak akan saya tulis semua. Namun bisa dibaca di buku Toto Chan: gadis kecil di Jendela.

Menjejak Tomoe Gakuen

Meski perang telah membuat sekolah Tomoe Gakuen berhenti beroperasi, namun kita masih bisa menelusuri jejak Toto Chan di Museum Azumino di Azumi Chihiro Park. Azumi Chihiro jugalah yang memberikan ilustrasi cerita di buku Totto chan.

https://static.gltjp.com/glt/prd/data/directory/13000/12897/20220813_002446_951e4aeb_w1920.jpg

Semoga suatu saat kita diberi kesempatan untuk berkunjung ke sana Amin.

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca ^^