Fafavoice, catatan Fafa

Beasiswa S2 Tanpa TOEFL Dalam Negeri

Beasiswa S2 Tanpa TOEFL Dalam Negeri


Beasiswa S2 tanpa TOEFL dalam negeri Part 1

Hello vois,  kali ini aku akan membahas tema besar yang ternyata banyak juga yang mencari jawabannya, yakni Beasiswa S2 tanpa TOEFL dalam negeri. Beberapa beasiswa mewajibkan score TOEFL yang tinggi sebagai salah satu persyaratan sebelum mendaftar beasiswa tersebut. Sepertihalnya LPDP yang mensyaratkan score 500 untuk mendaftar beasiswa S2 dalam negeri dan beasiswa unggulan dengan syarat minimal score TOEFL 550.

Mungkin beberapa dari vois merasa keberatan dengan persyaratan TOEFL dalam beasiswa LPDP dan beasiswa unggulan, karena tidak semudah itu mendapatkan score yang tinggi. Terlebih TOEFL yang disyaratkan harus asli terbitan ETS.

Jadi tidak bisa menggunakan tes TOEFL prediksi atau TOEFL dari kampus. Jika masih memaksakan menggunakan sertifikat TOEFL yang tidak resmi pasti langsung gagal ditahap satu atau seleksi berkas. Nah dari pada pusing mikirin TOEFL ya mending nyari beasiswa tanpa TOEFL dan ternyata ada.

Apa saja kah itu? Cus kita bahas apa saja sih beasiswa S2 tanpa TEOFL dalam negeri. Mungkin saja kamu adalah calon penerima beasiswa tersebut amiin.

Nah meskipun TOEFL tidak disyaratkan dan tidak diwajibkan dalam list beasiswa berikut namun tentu saja ada persyaratan khusus sebagai ganti dari TOEFL. There is no free lunch, pastinya penyelenggara beasiswa memiliki target terntentu sesuai dengan visi dan misinya.

Sebagai pengganti TOEFL, persyaratan khusus ini harus dipenuhi sebagai syarat mendaftar beasiswa. Apa saja Beasiswa S2 tanpa TOEFL dalam negeri ini? Ayo kita bahas bersama:

Beasiswa BIB Kemenag

Beasiswa Indonesia Bangkit atau disebut dengan BIB tidak mewajibkan pendaftar beasiswa mengunggah TOEFL, tapi tetap harus menyertakan sertifikat TOAFL (Test of Arabic for Foreign Language) atau tes kemampuan Bahasa Arab.

Jadi peserta disuruh memilih salah satu antara tes TOAFL/TOEFL atau sertifikat yang lain, gak wajib menyertakan TOEFL ITP asli dari ets. Bahkan TOEFLnya pun boleh dari PTKIN yang tentu saja lebih meringan secara harga dan bobot soal.

Berikut score bahasa yang dibutuhkan untuk mendaftar BIB Kemenag:

  • TOEFL ITP 430
  • TOEFL PTKIN/PTN 450
  • TOAFL 450
  • IELTS 5,0
  • TOEFL IBT 39

Memang score TOEFL atau bahasa inggris lain juga lebih ringan dari pada LPDP, tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum mendaftar beasiswa Indonesia Bangkit, BIB Kemenag. Untuk beasiswa S2 dalam negeri berikut syaratnya:

  • ·         Lulusan S1 Perguruan Tinggi Keagamaan;
  • ·         Lulusan S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama; atau
  • ·         Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK); atau
  • ·         Guru/Pendidik pada Kementerian Agama (dibuktikan dengan Kartu NUPTK/NPK/SK Pengangkatan
  • ·         Lembaga Berwenang); atau
  • ·         Pegawai Kementerian Agama (dibuktikan dengan SK Pegawai).

Jika vois memenuhi salah satu persyaratan tersebut maka vois bisa mendaftar beasiswa kemenag. Jadi beasiswa ini diperuntukan baik Vois yang seorang lulusan UIN/IAIN atau Mahad Aly, vois yang alumni PBSB dan Vois yang seorang dosen UIN dan IAIN atau pegawai Kemenag. Silahkan mencoba!

Beasiswa kemenag tidak hanya diperuntukan untuk warga Indonesia yang ingin kuliah S2, beasiswa juga untuk kuliah S1, S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri, persyaratan bisa dicek di boklet berikut.

Boklet beasiswa kemenag

Boklet beasiswa kemenag 2023

Beasiswa BIB Kemenag baru dua tahun berjalan, pembukaan beasiswa Indonesia Bangkit ini berjalan setahun sekali di bulan Juli dan kemungkinan akan dibuka lagi di tahun berikutnya 2024. Jadi kita bisa mulai persiapan sejak sekarang ya Vois.

Beasiswa S2 BPI

Kemendikbud juga memiliki berbagai program beasiswa yang terbuka untuk warga negara Indonesia dan tidak mewajibkan TOEFL yakni Beasiswa S2 BPI. BPI adalah kepanjangan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia. Meskipun beasiswa BPI tanpa TOEFL tapi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa BPI adalah sudah mendapatkan LOA atau sudah diterima kampus tertentu.

LOA (Bukti diterima Kampus)

Apa sih yang dimaksud LOA? Apakah LOA hanya untuk mahasiswa yang sudah kuliah? LOA adalah kepanjangan dari Letter of Acceptance, surat bukti diterima oleh universitas yang ada dalam daftar kampus yang dikeluarkan oleh BPI. Artinya Vois telah mendaftar kampus tujuan, lulus dinyatakan diterima dengan mendapatkan atau meminta surat bukti diterima kampus yang disebut LOA

Tapi ingat ya vois, hampir semua beasiswa pemerintahan tidak menerima mahasiswa yang sudah on going kuliah, artinya meskipun sudah mendapatkan surat LOA tapi masih belum mulai kuliah. Bagaimana jika universitas meminta uang pendaftaran, vois bisa membayarnya terlebih dahulu, jika nanti diterima sebagai awardee uang pendaftaran dan deposit akan diganti oleh BPI

Boklet Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

Beasiswa S2 Tanpa TOEFL Dalam Negeri


Persyaratan Pendaftar BPI

Sepertihalnya BIB Kemenag, BPI juga memiliki target khusus bagi pendaftarnya. Target yang paling umum, pelamar beasiswa BPI diutamakan dosen yang tetap dan aktif mengajar, calon dosen atau ASN dibawah naungan Kemendikbudristek (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi)

Selain dosen, pelaku budaya yang memiliki rekomendasi dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian, guru atau pendidik dan terakhir adalah lulusan mahasiswa S1 yang memenangkan penghargaan tingkat Nasional dan Internasional

Jadi jika vois memenuhi kriteria di atas maka vois bisa mendaftar beasiswa S2 tanpa TOEFL. Wah, menarik kan. Jangan lupa untuk cek pesyaratan lainnya, seperti batasan umur, nilai IPK dan surat rekomendasi.

Semangat

Yang perlu vois perhatikan tidak ada jalan yang memudah dalam menuju beasiswa. Tidak  mudah bukan bearti tidak mungkin. Jangan menyerah ya vois, asal kita semangat dan berjuang pasti Tuhan akan memberikan kemudahan nantinya. Semangat untuk pejuang beasiswa, nantikan Beasiswa S2 tanpa  TOEFL dalam negeri part 2!

 

2 comments

Terima kasih sudah membaca ^^
  1. Wah, terima kasih kak udah nulis artikel ini, bisa saya save dulu nih barangkali butuh hehe

    ReplyDelete
  2. Beasiswa S2 nya Kemenag memang banyak yang ngincar. Makasih sudah nulis ini mba, jadi reminder buat ngejar S2 lagi. Semoga keturutan segera ya aamiin

    ReplyDelete