Fafavoice, catatan Fafa

Wawancara Beasiswa LPDP


 

Hello Voicers

Untuk kita semua yang sudah berjuang sampai detik ini, aku ucapkan terima kasih dan selamat jiwa kita telah tumbuh dengan begitu kuatnya. Kali ini aku ingin membahas perjuangan wawancara beasiswa LPDP dan lulus one shot atau sekali coba.

Bulan ini sudah memasuki tahap wawancara kan, pasti voicers yang sedang berjuang dan ingin sekali mendapatkan beasiswa LPDP merasa grogi, gugup atau bahkan tidak bisa tidur untuk menyiapkan beasiswa LPDP.

Di sini aku membagikan tips dan cara menaklukkan beasiswa LPDP berdasarkan pengalaman pribadiku dalam membantu teman-teman scholarship hunter di program mentorship partner.ind. semoga tulisanku ini sedikit banyak membantu voicers LPDP nantinya.

So ambil nafas dulu sebentar dan katakan, “Semua akan baik-baik saja” 3x maka aku akan muncul hahaha. Bercandaa. Tentu saja kalian akan lebih tenang.

Persiapan Wawancara LPDP

Jika voicers bertanya-tanya apa sih yang paling penting dalam mempersiapkan wawancara beasiswa LPDP? Jawabanku ada dua, persiapan mental dan latihan.

Disadari atau tidak, setiap perbuatan, ucapan dan aktivitas yang kita lakukan adalah cerminan dari pola pikir ataupun keadaaan jiwa kita. Mental yang baik dan kuat akan mampu menjawab pertanyaan LPDP dengan baik juga.

Persiapan yang matang, latihan, simulasi dan evaluasi tentu akan membuat voicers lebih matang dan lebih siap menjawab pertanyaan tajam dari interviewer. Jadi tidak grogi atau nerveous, jawaban bisa lebih panjang dan juga berbobot. So seperti apa sih persiapan mental dan latihan ini?

Mental Pemenang

Voicers sekaligus LPDP hunters pasti sangat ingin mendapatkan beasiswa ini bukan? Mungkin beberapa dari kalian sudah membayangkan kuliah di kampus impian sekaligus menyandang gelar awardee LPDP, membayangkan betapa bahagianya orang tua ketika kita lolos seleksi beasiswa LPDP.

Tapi bukan itu mental pemenang, itu hanyalah bunga-bunga tidur yang memberikan kebahagiaan semu. Semakin sering membayangkan tanpa diimbangi dengan usaha maksimal, voicers akan terlena dan merasa bahagia dulu sebelum berjuang, untuk akhirnya menggampangkan dan kurang latihan.

Mental pemenang artinya siap dengan konsekuensi terburuk, siap kalah. Namun tetap berjuang mati-matian. Bukan hanya duduk terdiam dan berimajinasi. Aku masih ingat betul Top three MasterChef season 8, ketika PakAdi mendapatkan tantangan dessert melawan Nadya yang jago dessert.

Mengejutkan sekali, Pak Adi hampir saja menang dengan idenya "Alpukat Cendol" yang begitu kreatif dan unik, hanya keasinan saja. Pada momen itu aku sadar, Lord Adi sudah memenangkan pertarungan meski harus pulang, karena ia berhasil melawan keterbatasan dirinya.

Es Alpukan Cendol Lord Adi
Es Alpukan Cendol Lord Adi


Jadi inti dari setiap perjuangan adalah usaha untuk melawan diri sendiri. Maka imajinasi adalah bunga tidur yang kita ciptakan untuk membuat kita bahagia.

Boleh berimajinasi/membayangkan kemenangan tapi jangan terlalu sering

Semakin sering mengimajinasikan, maka semakin besar keinginan mendapatkannya. Voicers akan semakin menggebu-gebu, nerves, dan salah menjawab. Dan ketika hasil tidak sesuai yang diinginkan, maka kecewa yang begitu dalam, bukan main sakitnya.

Sebaiknya jika voicers siap untuk menerima keadaan, apapun hasilnya nanti. Maka otak akan berpikir cepat, apa yang bisa aku tingkatkan lagi untuk next wawancara? Apa yang bisa kuperbaiki untuk seleksi berikutnya? Sepertinya kontribusiku masih kurang luas, atau risetku masih kurang matang. Voicers akan lebih peka dan mampu mengukur kekurangan diri, dan berusaha untuk lebih optimal lagi.

Berani Kalah artinya berani berkembang dan menerima kekurangan. So voicers, gagal adalah proses dari kemenangan. Kemenangan sejati itu bangkit setelah gagal dan terus mengevaluasi diri untuk menjadi versi yang lebih baik.

Nothing to Lose

Dalam proses mengikuti seleksi apapun itu, terlebih yang tidak dipungut biaya pendaftaran seperti LPDP, AAS, CPNS. Apakah kita bisa dikatakan gagal? Padahal kita enggak rugi apapun. Justru mendapatkan pengalaman yang berharga, proses menjadi dirimu yang lebih matang.

Program beasiswa juga diadakan setiap tahun, ada kesempatan-kesempatan berikutnya. Selama kita tidak menyerah pasti ada jalan, meskipun ada jalan memutar atau jalan alternatif yang terkadang lebih capek dan menantang dengan berbagai kejutan yang tak terduga. Nantinya juga pasti sampai tujuan. 

So keep going voicers :)

Overconfident and Overthink

Overconfident ini pernah dibahas feed ig LPDP sebelumnya, terlalu yakin dan percaya diri. Bagaimana membedakan overconfident dan percaya diri?  Terlalu percaya diri dengan prestasi, pencapaian, menganggap dirinya dan jurusan yang paling penting dari yang lainnya itu adalah overconvident. Nyatanya tentu semua saling melengkapi. Dan voicers gak boleh merasa paling bener dan paling pantas.

Namun jangan juga terlalu rendah diri, merasa bidang yang kita pelajari enggak penting atau tidak bearti. Jika voicers merasa tidak percaya diri, bagaimana interviewer yakin dan memilih voicers menjadi awardee? Jadi memang harus seimbang, percayalah pada dirimu!

Simulasi wawancara

Latihan wawancara sangat penting ya. Jangan sampai kita tidak pernah latihan sebelum interview. Pasti terlihat belum siap dan kurang mampu menjawab dengan baik. Simulasi wawancara bisa dengan siapapun, latihan sendiri di depan cermin, mengikuti mentorship, dengan teman atau keluarga sendiri.

Cara menjawab pertanyaan

 Pengalamanku mengikuti wawancara LPDP, saat itu masih online (via zoom), ada dua orang pewancara yang bertanya secara bergantin. seorang ahli sesuai bidang kita, ahli psikologi untuk menilai kepribadian kita, admin LPDP yang tidak on camera (katanya si admin akan mengecek yang kita tulis di essay ini benar atau salah).

Duduklah dengan tegak dan percaya diri, Selalu dalam keadaan tersenyum, memandang wajah interviewer, gerakan tubuh yang sopan dan berbicara dengan baik (tenang). Jika dirasa pertanyaan sedikit susah, bisa mengambil nafas dalam dan jawablah dengan diplomatis dan jujur.

Gunakan poin poin ketika latihan interview, agar jawaban tidak terkesan menghafal, selalu timer dan perkiraan durasi jawaban (tidak lebih dari 2 menit) agar padat dan tidak bertele-tele.

Menerima Feedback

Masukan atau feedback dari teman kita juga harus dilaksanakan dan diperhatikan. Umumnya jika pertama kali wawancara akan terlihat nerves dan kurang lancar dalam menjawab dan itu tidak masalah, setelahnya pasti akan lebih baik.

Jangan menyimpang dari Essay

Mungkin pewawancara akan mengulangi pertanyaan yang sama seperti di essay. Jawaban dari voicers jangan sampai menyimpang dari essay ya. Boleh mengkolaborasi atau menambah jawaban, tapi jangan mengganti atau menyimpang terlalu jauh karena kesannya tidak konsisten.

pewawancara pun kadang mengulangi pertanyaan yang sama terkadang karena kurang puas atau ingin membuat kita ragu, yakinkan pewawancara bahwa kamu kandidat yang layak diterima sebagai awardee LPDP.

VisiMisi LPDP

Ingat di sini voicers mendaftar sebagai calon penerima beasiswa LPDP, tentu pastikan jawaban sesuai dengan nilai LPDP. Seperti poin harus kembali dan mengabdi di Indonesia atau kontribusi. Jika voicers ketika wawancara saja sudah menyimpang apalagi ketika menjadi awardee. Jika memang ingin mengabdi ke luar negeri, jadilah dosen yang diterima di kampus luar negeri atau jangan pilih LPDP sebagai sumber beasiswa. Masih banyak beasiswa yang tidak mewajibkan pulang ke Indonesia yang mungkin bisa jadi pertimbangan voicer.

Temen-temen juga bisa cek video berikut yaa untuk latihan simulasi wawancara dengan Kak Celline, menurutku simulasi ini cukup membantu. Break a leg Voicers!


 


 

 

4 comments

Terima kasih sudah membaca ^^
  1. Thanks kak udah nulis ini, tipsnya bisa disimpen buat belajar hehe

    ReplyDelete
  2. Bermanfaat banget kak, point yang ku garisbawahi ada di overconfident dan overthink. Related banget hehe, makasih banyak untuk tips n tricknya kak.

    ReplyDelete
  3. Waw.. thaks kak infonya. Lagi butuh info ini buat persiapan coba-coba ikutan seleksi Lpdp tahun depan.. hehe

    ReplyDelete
  4. Kak Fafa alumni LPDP? Wah..thank you tipsnya. Lagi mo ngejar beasiswa nih..

    ReplyDelete